Boyong Belasan Mahasiswa, Unpak Lakukan Studi Banding ke LKST IPB University
- Admin
- Berita

UNPAK ― Universitas Pakuan (Unpak) memboyong belasan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan studi banding ke Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University, Rabu, 29 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Unpak dalam memperkuat pengembangan inovasi dan inkubasi bisnis berbasis riset mahasiswa.
Studi banding tersebut diikuti oleh perwakilan mahasiswa lintas fakultas dan didampingi langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Inovasi Unpak Dr. Dolly Priatna, Kepala Pusat Inovasi dan Bisnis Unpak Asep Saepulrohman, S.Si., M.Si., Kepala Unit Kerja Sama dan Hubungan Internasional Cucu Mariam, M.Pd., serta jajaran staf terkait.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai proses pengembangan inovasi, mulai dari hilirisasi hasil riset, distribusi produk, hingga tahapan komersialisasi yang berkelanjutan.
Melalui studi banding ke LKST IPB University, diharapkan wawasan mahasiswa Universitas Pakuan dalam bidang inovasi dan inkubasi bisnis semakin meningkat, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing di sektor industri.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat para inovator muda Unpak untuk berkontribusi lebih aktif dalam pengembangan produk inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan dunia usaha.
Baca juga:
Pemkot Bogor dan Unpak "Dorong Inovasi Lokal Menuju Tingkat Nasional"
Peserta studi banding terdiri dari mahasiswa lintas fakultas, termasuk mahasiswa berprestasi seperti pemenang dan juara Business Idea Award (BIA) 2025, Global Innovation Design (GID) 2025, serta peserta Innovillage Top 180.
Keterlibatan mahasiswa dari Fakultas Teknik, Ekonomi dan Bisnis, MIPA, Hukum, FKIP, FISIB, Vokasi, hingga Pascasarjana menunjukkan komitmen Unpak dalam mendorong kolaborasi multidisipliner di bidang inovasi.
Wakil Rektor IV Bidang Inovasi Universitas Pakuan, Dr. Dolly Priatna, menyampaikan bahwa Unpak memiliki potensi inovasi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam tahap pengembangan bisnis.
“Kami melihat di Universitas Pakuan sebenarnya banyak inovasi yang lahir dari penelitian dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang melibatkan mahasiswa. Namun, tidak sedikit yang kemudian mengalami kendala atau berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ke LKST IPB University menjadi langkah strategis untuk belajar membangun ekosistem bisnis inovasi yang mandiri.
“Potensi yang kami miliki cukup besar. Karena itu, kami mencoba belajar dari IPB University dalam membangun bisnis berbasis inovasi agar dapat berkembang sebagai startup yang mandiri dan berkelanjutan. Harapan kami, Universitas Pakuan mampu membangun bisnis dari hasil inovasi yang dihasilkan sivitas akademika,” tambahnya.
Melalui studi banding ini, Unpak diharapkan dapat memperkuat kerja sama dengan IPB University, khususnya dalam pengembangan ekosistem inovasi dan inkubasi bisnis berbasis riset, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan di masa mendatang.

Artikel ini telah tayang juga di website Universitas Pakuan, dengan judul:Boyong Belasan Mahasiswa, Unpak Lakukan Studi Banding ke LKST IPB University






